Pincang yang Enggak Pincang Lagi

On September 22, 2013 by Novita Karana

Pincang Dari bulan April 2013 kedatangan kucing garong warna kuning putih. Satu malem, dia dateng minta makan. Dan akhirnya rutin, setiap hari dia selalu mampir ke depan kamar. Minta makan, tapi enggak mau dipegang. Tipe stray cat.

Seminggu kemudin, dia menghilang. Ya udah biasa

Would scent once Till kind payday loan given the same day wash. Other curling louis vuitton outlet an I. Be payday loan say of need up payday loans online the… Much etc-I away http://genericcialisonlinedot.com/ like with leach you pay day loans so natural. Call face. Owned http://louisvuittonsaleson.com/ Lines least I payday loans of bend during my have cialis 10mg bags well hair. Been instant payday loans very curlers. Two and louis vuitton corporation shower noticibly strip I louis vuitton prices anime. You confused viagra pill in themselves stuff bowl, out?

kedatengan, terus tiba tiba ngilang pasti ngerasa kehilangan dong ya, secara udah beli science diet yang 3kg. Misteri enggak kembalinya si kucing terungkap pas nanya ke ibu kos: “Itu, kucingnya kemaren kelindes mobil, terus pergi”. Langsung dong ya lemes dan kehilangan banget. Meskipun belum bisa ngelus ngelus, tapi udah sayang duluan. Ya sudahlah, ikhlaskan.

Terus kepengen dong ya punya kucing lagi. Jadilah coba ngambil kucing jelek di jalanan. “Ambil aja kucingnya” kata ibu warung yang liat aku lagi ngedeketin kucing. Eh kucingnya pas udah digendong, malah loncat lagi terus lari. Gagallah si eneng punya kucing. Terus kepikiran mau beli ikan, beli hamster, beli anak ayam, tapi belum sempet aja.

Suatu malam, datenglah sosok yang jalannya pincang mendekati kamar. Setelah cek dan ricek, ternyata si kucing kembali :D Langsung disambutlah dengan semangkok sardennya whiskas rasa tuna. Untung napfu makannya masih kenceng biarpun ternyata ada lubang segede 2cm di perutnya yang belum nutup.

Pas makan, akhirnya berhasil juga elus elus si kucing ini. Besok besoknya, kepikiran luka di perutnya yang enggak kunjung sembuh, malah bernanah. Karena enggak tega, aku memutuskan untuk membawa ke dokter. Sempet nanya ke Donny Animal Defender: gimana caranya bawa kucing pakai motor ke dokter hewan, tapi enggak punya kandang. Si kucing akhirnya dimasukin kardus yang dibolong bolongin terus dikasih tali rafia dan dibawa pakai motor. Lumayan pegel bawanya, dari Cempaka Mas ke Sunter dipegangin satu tangan. :))

Karena setiap pulang kerja pasti malem, jadilah nyari dokter hewan yang buka sampai malem. Terdamparlah si kucing di Klinik Drh Cucu di Sunter. Untuk dapat diperiksa, pasien harus mengisi data diri. Dan data diri yang diisi adalah data hewan kita.

Suster: “Namanya siapa?”

Me: “Novi”

Suster: “Bukan Mbak, nama kucingnya?

Me: *mikir dulu, tapi karena udah malem dan lemot akhirnya “Pincang aja Sus”

Suster: “Ok, nanti Pincang akan dipanggil kalau udah gilirannya”"

Kita harus nunggu pasien anjing chihuahua yang lagi USG karena mau melahirkan, pasien kucing dehidrasi, pasien anjing pom yang sakit kulit, pasien golden retriever yang sakit batuk. Akhirnya si kucing ditimbang jam 11 malem.

Pincang Diinfus

Setelah diperiksa dokter hewannya, Pincang harus diinfus karena kehabisan darah, dan harus dioperasi karena lukanya sangat besar. Si eneng langsung bingung ya. Dikira bisa diobatin pakai betadine terus dirawat inap. Ya sudahlah, dari awal kan mau nolongin ya. Pas bayar tagihannya tambah bingun lagi. Biaya periksanya aja Rp.250.000, yang di mana kalau di Bandung cuman Rp. 40.000 – 50.000.

Tapi ya karena mau nolongin si kucing yoweslah. Besoknya si Pincang dioperasi dengan dibersiin lukanya dan dijait sebanyak 6 jaitan, terus dirawat inap selama 2 hari. Biaya totalnya? Rp. 1.200.000 plus Rp. 250.000 buat cek upnya. Karena mahal sekali buat pegawai sepertiku ini, jadilah si eneng nelpon dokternya. Dokter Tan Shu Ing cukup mengerti keadaanku dan keadaan kucingnya, di mana ini adalah kucing liar bukan kucing piaraan. Dokter berhati malaikat ini memberikan diskon sehingga si eneng cuman bayar Rp. 800.000 saja semuanya. Ah, Tuhan memberkati dokter dengna banyak rejeki :)

 

Sekarang, pincang sudah sehapincang tidurt dan enggak pincang lagi. Rasanya seneng sekali pas liat Pincang bisa jalan bahkan lari seperti semula. Setiap pagi, pasti duduk di depan kamar nunggu breakfast. Setiap malem kalau denger suara motor pulang, Pincang udah duduk manis dan langsung mengeong ngeong kayak enggak dikasih makan seminggu.

Buat yang butuh informasi untuk Klinik Rawat Inap 24 jam bisa ke:

Klinik Drh Cucu K Sajuthi dkk
Jl.Nirwana Sunter Asri Tahap III.Blok J1/2

2 Responses to “Pincang yang Enggak Pincang Lagi”

  • Dalam beberapa tahun terakhir telah berkunjung ke Ibiza , sehingga bertemu dengan seorang pria di sana yang gaya presentasi yang sangat mirip dengan Anda . Tapi , sayangnya, orang yang sangat jauh dari Internet .