Coffee, My Reason to Visit Kebumen

On September 8, 2016 by Novita Karana

me-at-menganti

Kopi, Alasan Saya Berkunjung Ke Kebumen
Kebumen.
Apakah kamu sudah pernah mendengar Kebumen? Kota kecil yang berada di jalur Dandels ini tidak terlalu terkenal seperti kota lainnya di Jawa Tengah seperti Wonosobo, Magelang, dan Semarang. Kebumen terletak di bagian Selatan dari Jawa Tengah, berada di sebelah kiri Purworejo seperti gambar di bawah. Alasan saya untuk berkunjung ke Kebumen adalah untuk kopi Arabicanya, pantai pantainya yang cantik, dan beberapa destinasi pariwisata lainnya.

Tunggu tunggu, kopi Arabica di Kebumen? Enggak salah nih? Kopi Arabica bisa tumbuh di pesisir pantai? Biasa kan Arabica tumbuh di dataran tinggi sekitar 1000 mdpl ke atas.
Ya, Kebumen memang special, kopi arabica dapat tumbuh subur di pesisir pantai Kebumen. Kita hidup di era di mana coffee shop menjamur di mana mana, mana bisa kita enggak suka kopi? Dalam sehari, saya bisa meminum 4 gelas, apalagi ketika ada meeting beruntun yang memaksa kita mengorder kopi. Entah mengapa saya merasa rugi jika ke coffee shop tapi belinya teh atau minuman lain selain kopi. Kamu gimana?

Jawa Tengah dengan Semarang sebagai ibu kotanya terletak di tengah Pulau Jawa dengan luas 32.548 km² atau sekitar 29% dari Pulau Jawa. Jawa Tengah juga melingkupi Pulau Nusakambangan di selatan yang berbatasan dengan Jawa Barat dan Pulau Karimunjawa yang terletak di Utara.


Kebumen.

Have you ever heard Kebumen?  The small town stretches at Daendels Route is not as famous as the other towns in Central Java like Wonosobo, Magelang, and Semarang. Kebumen located at the south area of Central Java, located at the left side of Purworejo like picture below. My reason to visit Kebumen is for its arabica coffee which well grow in the coastal area, beaches, and some tourism destinations. Kebumen is special, arabica coffee found grow well in the south coastal area. Now, we live in the coffee shop era, where we can found many coffee shop in town. In one day, i can drink 4 cups of coffee, especially when i have marathon meeting. I feel something wrong if we go to coffee shop and buy tea or another beverages. How about you?

Central Java with Semarang as the capital city located in the middle of Java Island with size 32.548 km² or around 29% part from Java Island. Central Java Province also includes Nusakambangan Island in the South, near the border of West Java, and Karimunjawa Island in the North of the island.

kebumen-map-with-2-islands

Saya tidak terbayang sebelumnya Kebumen itu seperti apa, dan apa saja destinasi wisata yang ditawarkan, sampai saya berkunjung dan menyadari akan potensi dari Kebumen yang membuatnya patut untuk dikunjungi. Sebagai pengusaha jasa wisata, tentunya kita perlu mengetahui akan daerah yang kita jual, dan alangkah baiknya apabila melakukan survei langsung ke destinasi wisata tersebut, mengambil foto foto yang terbaik yang membuat tamu kepingin untuk piknik ke tempat tersebut, membuat paket tour, promosi, dan tentunya yang terpenting adalah jualan dan invoice. Betul?
Menurut saya, kita dapat mempersuasif dan merayu tamu dengan cerita dan pengalaman kita. Seperti setelah saya posting salah satu foto di suatu tempat wisata di Facebook, tak lama banyak teman teman yang menanyakan, bagaimana cara ke sana, dan bahkan ada yang minta langsung dikirimi paketnya.

I have no idea what the destination that Kebumen will offer, until I explored and realized that Kebumen has something that worth to visit. As travel agents, we need to know and do direct survey to the tourism destinations, get some photos, create tour package, promote and sell the packages. How can we share stories and provide persuasive seduction to our clients if we don’t know the real situation of the destination.

ready-to-goDalam postingan blog kali ini, saya akan berbagi cerita destinasi wisata di Kebumen. Saya berkesempatan untuk berkunjung ke Kebumen sebanyak 2 kali, yang pertama dengan keluarga dan yang kedua ketika mengikuti event Jawa Tengah Travel Mart 3 (JJTM3). JJTM3 diselenggarakan oleh  ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) dan DPD Jawa Tengah, dengan meeting poin dan end poin di Semarang, ibu kota Jawa Tengah.  JJTM3 adalah event business to business, di mana buyer dan seller melakukan aktivitas famtrip bersama, dan kemudian bertemu untuk dealing business di sesi  table top. Buyer adalah pelaku wisata yang berasal dari luar Jawa Tengah. Seller adalah pelaku wisata yang berasal dari Jawa Tengah, yang menjual produk wisata seperti hotel, paket perjalanan wisata, toko oleh oleh, wahana permainan, dan juga restaurant. Dalam sesi table top, seller biasanya memiliki waktu 3-4 menit untuk berjualan, dengan memberikan informasi sebanyak banyaknya mengenai produk mereka. Buyer? Buyer sih hanya duduk manis mendengarkan presentasi seller, kadang mencicip kudapan khas daerah yang ditawarkan, atau menerima gimmick oleh oleh dari seller. Favorit saya adalah Carica dari Dieng,  keripik sanjay dan talas dari Padang. Rasanya pingin saya bawa pulang semua.  Pulang dari sesi table top, biasanya saya membawa satu tas besar berisi materi promosi, makanan, dan oleh oleh dari teman teman seller. Alhamdulillah. Dan kadang kadang, business deal dapat terjadi langsung di tempat.

In this post, I will share some tourism destinations in Kebumen. I visited Kebumen 2 times, the first one with my family and the second time I visit Kebumen when there’s Jawa Tengah Travel Mart 3 (JJTM3) Event.  The event held on 25 – 27 April 2016, well organized by ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) and DPD Central Java, with a start and end poin in Semarang, the capital city of Central Java.  JJTM3 is business to business event, where buyer and seller went in fam trip together and then met in table top session. Buyer is travel agent from outside Central Java. Seller is company from Central Java, who sell the products, it can be accommodation like hotel, theme park, travel agent who sell tour packages, souvenir shops, or restaurants. In the table top session, the sellers usually have 3 – 4 minutes to give information to the buyers about their product. Buyer jobdesk is listen to seller’s presentation, snack tasting (i love this part), and receive souvenirs from sellers. After the table top session, usually i back to the hotel with one big bag material promotion, food, and souvenirs. And sometimes we can had business deal there.
jjtm-table-top


How to Get There?

Dengan Pesawat dan Mobil: Dari Jakarta, cara tercepat adalah dengan pesawat menuju Yogyakarta ( 1 jam 10 menit), lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Yogyakarta ke Kebumen selama 2,5 – 3 jam.
Dengan Mobil: 
Jika ingin menyetir dari Jakarta, maka kamu akan menempuh 8-9 jam, sekitar 425 km untuk sampai di Kebumen
Dengan Kereta Api: 
Jika ingin naik kereta api Jakarta, akan membutuhkan waktu 6,5 jam untuk mencapai Kebuman

By flight and car: From Jakarta, the fastest way is to fly to Yogyakarta (1 hours 10 mintues), and then driving from Yogyakarta to Kebumen for 2,5 hours.
By car: If you want to driving from Jakarta, it takes 8-9 hours (425km) to reach Kebumen.
By train: If you want to take train from Jakarta, it takes 6,5 hours to reach Kebumen.

 

Where’s to Stay?
Saya menyarankan untuk menginap di Meotel Kebumen. Meotel adalah hotel terbaru dan terbaik dengan desain pop dan minimalis. Memasuki lobbynya, suasanya anak muda sudah tersirat, tampak vespa merah, telepon box ala Europe, dan sepeda berikut topi vintagenya. Berikut beberapa foto yang saya shared ketika menginap di Meotel. Untuk para perokok, Meotel menyediakan Ukafe, khusus untuk yang merokok dengan style. Colokan? Tenang, banyak banget colokan yang nempel di dinding. Untuk harga kamarnya? Jangan kuatir, Meotel menawarkan rate terbaik, yaitu Rp. 350.000/room/night termasuk buffet breakfast. Jika kamu travelling dengan budget akomodasi di bawah Meotel, jangan kuatir, banyak guest house di sekitar Meotel dengan harga yang miring.

I suggest you to stay in Meotel Kebumen.  Meotel is the newest, nicest and best hotel in town with minimalis and pop design. Stepped my feet at the lobby, i saw red vespa, red telephone box, and bicycle with the hat. I shared some pictures of Meotel Kebumen. For smoker, don’t worry, Meotel provide Ukafe, special for those who what smoke, completed with some electricity sockets to charge your phone. You can sleep comfortably in Kebumen with best offer, Rp. 350.000/room/night include buffet breakfast. If you in a budget, there’re some guesthouses near Meotel with cheaper rate.
Meotel Kebumen

Selama menginap, saya menempati ruangan standard yang berjudul smart room, dengan luas 24 meter persegi. Meotel juga memiliki family room dan suite room. Ruangannya simple, dan room number yang menempel di pintu cukup nyentrik, seperti plat kendaraan bermotor. Boleh uga. Ohya, untuk colokan listrik, enggak tanggung tanggung, Meotel kasih colokan di sisi kiri dan kanan tempat tidur. Jadi ndak usahlah rebutan colokan :)  Untuk breakfast, menurut saya cukup oke untuk hotel 3*, ada salad corner, bread corner, dan satu meja panjang yang berisi main course dan nasi. Ohya, kopi mereka juga enak. Biasanya saya tidak pernah menyukai kopi hotel, karena rasanya encer dan kurang strong. Tapi beda dengan kopinya Meotel. Kopinya dibuat pakai mesin kopi dan surprisingly rasanya enak dan cukup strong! Pas banget buat yang kurang tidur.

During my stay, i got smart room with 24 sqm. They also has family and suite room. The room was nice with unique room number, and has 2 electricity sockets beside the bed. Also, their breakfast was pretty good for 3 stars hotel. They have salad corner, bread corner, one long table for main course and rice, and their coffee comes from coffee machine. I don’t like black coffee from the hotel, but in Meotel, the coffee was nice.
Room Meotel

The Souvenir
1) Batik Kebumen
Setiap daerah di Jawa Tengah mempunyai batik tulis yang khas, begitu juga dengan Kebumen. Saya sempat berkunjung ke Rumah Batik Sekar Jagad di Kebumen yang dimiliki Ibu Hikmah. Saya menemukan motif batik tulis yang sangat cantik dan harga yang relatif normal, cenderung ke murah. Satu kemeja batik dijual mulai dari harga Rp. 150.000 dan satu kain batik besar dijual mulai dari harga Rp. 75.000. Batik Kebumen memiliki potensi dengan kualitas yang sangat baik.

Hampir semua pengrajin batik tulis di Kebumen masih mau memproduksi batik klasik dengan motif yang rumit dan harga yang kompetitif. Motif batik favorit dari Kebumen adalah Kawung Jenggot, Srikit, Jagatan Kebumen/ Sekar Jagad, Beras Utah, Ukel, Limaran, Kopi Pecah, dan Kepundungan. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, maka pengrajin batik dituntut kreatif dalam membuat inovasi pada motif, karena batik juga dipakai untuk fashion dan style. Rumah Batik Sekar Jagad pun mulai mengeluarkan motif motif terkini yang memiliki potensi nilai daya jual yang tinggi. Kamu dapat mengintip Sekar Jagad Gallery dengan mampir pada alamat yang tertulis di kartu nama pada foto di bawah:

Each district of Central Java have their own handmade batik or well known as batik tulis, and so does Kebumen. I visited the batik house Sekar Jagad owned by Mrs. Hikmah in Kebumen and found their pattern was pretty nice, and the price also normal. One handmade batik shirt start from Rp.150.000, and one big batik fabric start from Rp. 75.000. Batik Kebumen has a great potential for handmade batik with good quality.

Most of Kebumen batik artisans still willing to produce the handmade classic batik that have complicated pattern with competitive price. The favourite pattern is   Kawung Jenggot, Srikit, Jagatan Kebumen/ Sekar Jagad, Beras Utah, Ukel, Limaran, Kopi Pecah, and Kepundungan. But nowadays, batik also use for fashion, that’s why Sekar Jagad produce the new pattern creations. You have to check Sekar Jagad gallery, for contact and address, please check the image below:

Batik Kebumen

 2) Kebumen Coffee
Semua pencinta kopi tentunya mengetahui bahwa kopi arabica dapat tumbuh di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Kopi arabica akan susah untuk tumbuh di daerah pesisir pantai. Mas Yuri Dulloh berhasil menyangkal teori tersebut. Di bagian pesisir selatan dari Kebumen, biji kopi arabica tumbuh dengan baik. Saya berkesempatan berkunjung ke rumah Mas Yuri, seorang pencinta kucing dan juga founder dari Yuam Roasted Coffee. Mas Yuri menyambut dengan ramah, dan langsung mempersiapkan beberapa jenis kopi untuk dicoba. Saya sungguh beruntung, dapat merasakan seduhan langsung dari Mas Yuri. Kebumen kopi, lalu liberica kopi yang beraroma nangka, dan kopi yang bikin nyut nyut sudah saya coba semua. Produk Mas Yuri sudah dijual di beberapa tempat wisata seperti Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, Benteng Van Der Wijk, dan Goa Jatijajar. Bahkan, Roemah Martha Tilaar di Gombong dan beberapa outlet di Indonesia menyajikan kopi Mas Yuri sebagai special minuman khas Jawa Tengah.

Jika Vietnam memiliki Vietnam drip, maka Mas Yuri dari Kebumen memiliki Bamboo Drip untuk semua pencinta kopi. Bubuk kopi akan disaring di dalam saringan bambu khusus yang memiliki lubang lubang kecil pada bagian bawah. Mas Yuri sendiri yang mendesain saringan ini. Kopi akan menetes dari lubang kecil tersebut tanpa meninggalkan ampas. Seiring bertambah banyaknya kedai kopi di kota besar maupun kota kecil, minum kopi adalah salah satu gaya hidup masa kini. Karenanya Mas Yuri menaruh harapan besar pada kopi Kebumen.
“Mimpi saya membuat Kebumen terkenal dan maju dari kopinya”, katanya yakin.
Jadi, kamu sudah penasaran dan ingin mencicip kopi Kebumen buatan Mas Yuri? Mas Yuri juga menjual kopi bubuk dengan brand Yuam Roasted Coffee yang bisa kamu jadikan oleh oleh untuk keluarga dan teman teman. Jika kamu ingin berkunjung ke kediaman beliau, bisa message saya, nanti saya akan informasikan kontak Mas Yuri.

A coffee lovers already knew that arabica coffee can grow at 700 meter above the sea level. Arabica coffee will hard to grow in the coast area. Mr Yuri Dulloh proved the theory wrong.  In the south coast of Kebumen, his arabica coffee beans found grow really well. I visited the house of Mr. Yuri Dulloh, a cat lover and also the founder of Yuam Roasted Coffee in Kebumen. And i tasted the Kebumen coffee, liberica coffee, and some special coffee. His product, Yuam Coffee are sold in some tourism destination like Suwuk Beach, Petanahan Beach, Van der Wijk, Jatijajar Cave. Even a beauty house Roemah Martha Tilaar in Gombong and its outlets in Indonesia serve Mr Yuri’s coffee as a special beverages.

Where Vietnam has a Vietnam drip technique, Mr. Yuri Dulloh from Kebumen has bamboo drip for all coffee lovers. The coffee powder will be filtered with special bamboo drip with small holes at the bottom of the drip. The coffee water will drop from the small holes. Coffee is a trend and hype now and Mr Yuri put a hope on Kebumen coffee. He has a dream to make Kebumen world known from its coffee.

So, do you want to taste Kebumen coffee and buy the coffee beans or powder for souvenirs? You can message me so i can give Mr Yuri Dulloh contact number
kebumen-coffee

3) Rudraksha / Hindunese Prayer Beads
Rudraksha terbuat dari buah berwarna biru, yang berasal dari pohon yang bernama Elaeocarpus Ganitri. 70% pohon Elaeocarpus Ganitri ditemukan di Pulau Jawa – Indonesia,  25% lainya di Nepal, dan 5% sisanya di India. Rudraksha dipercaya dapat membawa ketenangan dan kedamaian spiritual untuk yang memakainya. Beberapa toko perhiasan membuat gelang dan kalung yang terbuat dari rudraksha. Rudraksha dipercaya dapat menyeimbangkan karma, mengontrol stress level, mengisi jiwa dengan kekuatan, membuat pikiran tenang dan fokus, melindungi dari energi negatif, dan menghubungkan pemakai dengan 5 elemen.

Ketika dunia menyebutnya dengan rusdraksha, masyarakat lokal Kebumen menyebut biji ini dengan genitri. Rudraksha di Kebumen terkenal memiliki kualitas yang sangat baik dan disadari oleh para pemburu rudraksha dari berbagai negara di dunia. Lokasi di Kebumen yang memiliki rudraksha dengan kualitas terbaik adalah di Desa Penusupan dan Desa Pujotirto. Rudraksha yang memiliki nilai yang tinggi dilihat dari mukhi yang dimiliki. Mukhi adalah semacam texture atau motif yang ada di bagian permukaan rudraksha. Semakin banyak mukhi yang ada pada rudraksha, maka semakin mahal nilai jualnya. Banyak toko perhiasan yang menjual rudraksha yang dipadukan dengan batu lain seperti batu jade dan amethyst untuk membuatnya lebih bernilai dan stylish. So, jika teman atau kerabatmu menyukai rusraksha, kamu dapat mampir dan membeli rudraksha di Kebumen.

Rudraksha is made from blue fruits, which come from tree named ‘Elaeocarpus Ganitri’.  70% of Elaeocarpus Ganitri can be found in Java island Indonesia, 25% in Nepal and 5% in India. Rudraksha believe to bring spiritual benefits for person who use it. Some jewelry shop made bracelets and necklace from rudraksha. Rudraksha believe can heal karma, controling stress, charge the soul with shakti special power, bring clarity and focus, protect from negative energy, and connect with 5 elements.

When the world call rudraksha, the local people call the sacred seed with “genitri”. Rudraksha in Kebumen are well known and have the most excellent quality and are recognized by the hunters rudraksha from different countries.  The location in Kebumen which has good quality rudraksha is in Penusupan Village and Pujotirto Village (see the location on the map below). The expensive rudraksha has lots of mukhi. Mukhi is a texture on the surface of the seed. The more mukhi, the more expensive it will cost. Nowadays, jewelry store mixes rudraksha with another stone like jade or amethyst to made a valuable and stylish jewelry. So, if your friends or relatives love rudraksha, you can buy the rudraksha in Kebumen.

rudraksa-kebumen

 

Where to Explore?
Kebumen juga memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dieksplor. Saya sudah mengunjungi beberapa di antaranya. Saya mencoba membuat peta destinasi wisata di Kebumen, supaya terbayang di mana letak letak objek satu dan lainnya. Spot pantai yang keren keren rata rata berada di wilayah Selatan. 

Kebumen has some interesting tourism destinations to explore. I  visited some of them. I created Kebumen Toursim Map below so you can imagine the location of each destinations:
kebumen-tourism-map

1) Fort of Van Der Wijk, Gombong, Kebumen.
Jika kamu fans berat The Raid dan Slank, kamu pasti sudah familiar dengan benteng ini. Saya menemukan beberapa spot foto yang cukup oke. Pantas saja benteng ini dipakai sebagai lokasi shooting The Raid dan lokasi  shooting video Punya Cintanya Slank. Masuk ke benteng ini, menaiki tangganya, dan membayangkan Iko Uwais berkelahi di gang antar barak, dan juga di dalam barak. Dengan warna merah pudar pada sisi eksteriornya membuat benteng ini tampak sangar, sekaligus vintage dalam kesan yang sama.
Berlokasi di Gombong, 35 km dari Kebumen, Benteng Van Der Wijk merupakan satu satunya benteng dengan bentuk segi delapan di Indonesia. Sekarang, benteng ini sudah dilengkapi dengan kereta wisata, water park dan taman bermain anak supaya banyak wisatawan yang berkunjung. Benteng ini dibangun tahun 1818 oleh Jendral Van Den Bosch. Dia memakai taktik benteng stelsel, di mana sebuah benteng dibangun di area yang sudah ditaklukan. Pada jaman penjajahan Belanda, benteng ini digunakan untuk berlindung dari serangan tentara Pangeran Diponegoro. Pada jaman penjajahan Jepang, benteng ini digunakan untuk pelatihan tentara PETA. Jadi sudah siap keliling Benteng Van Der Wijk?

If you a fan of The Raid and Slank, you already familiar with this fort. The fort used as a prison for the shooting location The Raid movie and shooting video “Punya Cinta”. Enter the fort, climb the stairs and imagined The Raid actor named  Iko Uwais used to fight in the alley and barrack in this fort. The red dull colour at the exterior building makes the fort looks more wild and also vintage in the same way. Located in Gombong, 35km from Kebumen, Van Der Wijk fort is the only one eight shaped fort in Indonesia. Now, the fort is completed with tourism train, water park, and kids playground. This fort built in year 1818 by Sir Van Den Bosch. He used fort stelsel tactics, build a fort in every area that has been conquered. In Dutch Colonial Era, the fort used to defend from Prince Diponegoro’s troops attacks. In Japan Colonial Era, the fort used for PETA troops training.  So, are you ready to explore the fort?

DCIM100GOPROG0197315.

2) Jatijajar Cave
Jatijajar adalah salah satu objek favorit untuk wisatawan domestik yang  berwisata dengan keluarga. Gua Jatijajar di Kebumen yang terbuat dari batuan kapur ini ditemukan pada tahun 1802 oleh seorang petani yang tidak sengaja jatuh ke dalam lubang ventilasi gua. Untuk mencapai mulut gua, kita perlu melakukan soft treking. Tenang saja, medannya ringan kok, sudah ada tangga. Sepanjang perjalanan kita akan melihat kolam, patung dinosaurus yang menjadi ikon dari gua ini, warung penjual makanan dan suvenir. Patung dinosaurus ini terbordir juga di kemeja yang dipakai bapak guide yang memandu kami.

Goa Jatijajar sangat identik dengan Objek Wisata Budaya, karena Goa Jatijajar ada hubungannya dengan sebuah cerita legenda Raden Kamandaka, putera mahkota Kerajaan Pajajaran, yang terkenal dalam sebuah legenda Lutung Kasarung. Gua Jatijajar dipercaya dipergunakan Lutung Kasarung untuk bersemedi. Terdapat juga beberapa figure di dalam gua, yang menambah daya tarik Gua Jatijajar. Saya sendiri menyukai gua yang alami tanpa tambahan patung dan lampu. Mungkin dengan figur ini, mempermudah visualisasi akan cerita legenda yang diceritakan para guide. Selain dilengkapi dengan kolam renang, Goa Jatijajar ini juga memiliki 7 mata air, namun hanya 2 yang dapat diakses oleh pengunjung, yaitu Sendang Mawar (katanya airnya bisa untuk membuat kita awet muda) dan Sendang Kantil. Kemarin saya sempat mencuci muka di Sendang Mawar, airnya dingin sekali. 

“Jangan banyak banyak mbak cuci mukanya, nanti kemudaan jadi anak kecil,”, canda mas guidenya. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencuci muka di Sendang Mawar seperti saya?

Jatijajar Cave

3) Menganti Beach
Saya mempunyai 2 pantai yang saya sukai, salah satu pantai favorit saya adalah Pantai Menganti.
“Oh Menganti, itu apik Mbak, orang sini sebut New Zealandnya Kebumen itu Mbak” kata salah satu teman di sana.
Setelah sampai, saya pun melihat hamparan pantai yang luas dan bukit hijau dengan saung saung mungil yang terhampar. Sungguh cantik!

Untuk menikmati Pantai Menganti dapat dilakukan dengan 2 cara, turun ke bawah untuk bermain air dengan pick up shuttle, atau naik ke atas bukit dengan pick up shuttle dan duduk duduk cantik di saung saung yang ada. Saungnya cocok untuk bersantai dengan keluarga sambil menikmati angin sepoi sepoi, atau buat pacaran juga cocok. Harga sewa saungnya adalah Rp. 10.000/ saung sampai puas, tapi tertera juga tulisan dilarang berbuat asusila.

I have 2 favourite beaches in Kebumen, one of them is Menganti, and one other is Pasir.
“Menganti is very beautiful, the local says Menganti is Kebumen’s New Zealand”, said one of my friend.
Upon arrival, i saw the long coastal line and green hills with small traditional huts. So pretty and cute!
There’re 2 ways to enjoy Menganti Beach:
1) Going down with shuttle and play with water, or give a try to the waves for surfers, or
2) Going up with free shuttle and enjoy the landscape inside the traditional hut. The hut suits for family or lover to relax and admire the view. The cost of rent one hut is Rp. 10.000 for all day long. There’s a sign to keep being polite inside the hut.

Menganti View

Untuk pick up shuttle dari tempat parkir, kira kira bentuknya seperti ini. Saya berkesempatan untuk makan siang dengan menu tradisional di depan Pantai Menganti, dengan sambutan tarian, dangdut dan hiburan dari masyarakat Kebumen. Saya paling ingat sama ikan dan sambalnya. Juara banget lezatnya. Apabila ingin ke toilet tidak perlu kuatir, sudah ada toilet umum yang cukup bersih di Menganti. Ohya di area ini, saya juga melihat penyewaan papan surfing, untuk penggemar surfing mungkin tertarik untuk mencoba ombak Pantai Menganti? Yuk!

Menganti also provides shuttle for transfer from parking area, the picture of the shuttle is like a pick up car above. I had a chance to have lunch beside the Menganti Beach, welcomed with traditional dance and song from the local. I love the grilled fish and the spicy sauce, made me craft for more. For toilet, don’t worry, beside the foodstall warong, they provide clean toilet. For surfers, i saw some spot that rent surfboard. Maybe you want to give a try for Menganti wave?

Menganti Pick Up Shuttle

4) Pasir Beach
Lansekap pantai dengan batu karang yang bolong di tengah tengahnya sedang naik daun. Sumba punya Pantai Bwanna, lalu Nusa Penida punya Broken Beach, dan Kebumen juga punya pantai yang menyerupai Pantai Bwanna di Sumba, yang dinamakan Pantai Pasir. Pantai Pasir mempunyai pasir yang berwarna coklat gelap dan satu batu karang bolong seperti gambar di bawah. Begitu menginjakkan kaki di Pantai Pasir, kita akan disambut oleh perahu nelayan dengan bendera warna warni. Berjalanlah ke sisi kanan dan bersiaplah terpesona. Kita dapat berada dekat dengan batu karang yang bolong ini. Saya mendengar dari nelayan sekitar bahwa Pantai Pasir dipercaya sebagai gerbang untuk Nyi Roro Kidul, dengan bolongan di batu karang sebagai pintu masuknya.

A beach landscape and big stone with a hole on it is trending now. When Sumba has Bwanna Beach, Nusa Penida has Broken Beach, and Kebumen also has beach like Bwanna Beach in Sumba, named Pasir Beach. Pasir Beach has dark brown sand and nice view like the picture below. Upon arrival, you will be greeted with lots of fisherman boats with colourful flags, walk to the right side and you will be amazed. I heard Pasir Beach is believed as an entrance gate for Nyi Roro Kidul, the gate visualize as the stone with the hole.
pantai-pasir-kebumen

5. Suwuk Beach
Pantai Suwuk ini sangat cocok untuk keluarga dengan anak kecil. Meskipun tidak disarankan untuk berenang di sini karena ombak yang cukup besar (tapi tetap saja ada yang nekad berenang), hasrat anak anak untuk bermain air sudah diantisipasi dengan membuat kolam renang dan pesawat Boeing 737 di depan pantai. Sungguh mengejutkan melihat pesawat Boeing 737 dan mini water park di depan pantai. Sederet jajanan menunggumu di depan pantai: jagung rebus dengan mentega dan kepiting kecil goreng adalah salah satu favorit saya.

Suwuk Beach suits for family. Since the wave pretty high and dangerous to swim, they provide swimming pool under Boeing 737 plane. What a surprise saw the Boeing 737 and mini water park here :D And a line of foodstall waiting you there. Boiled corn with butter, mini grilled crab was one of my favourite.

suwuk-beach

6. Pentulu Indah View
Jika Jogja punya Kalibiru dengan view bukit dan danau, Kebumen pun punya Pentulu Indah View dengan view bukit dan sawah. Bukit Pentulu Indah ini cocok untuk para penikmat lansekap cantik dari ketinggian dan pemburu content cantik untuk dipost di instagram. Setelah jalan 5 menit dari parkiran ke atas Bukit Pentulu, saya melihat 3 pohon dengan papan kayu dengan tinggi 15-20 meter. Mungkin karena belum banyak yang tahu, tempat ini masih sepi, ketika saya ke sana, tidak perlu mengantri untuk naik ke atas seperti di Kalibiru, langsung pilih pohon mana yang mau dinaiki. Pentulu terletak di bagian utara seperti yang terlihat di peta di atas. Saat berkunjung di bulan May 2016 kemarin, saya tidak dikenai biaya tiket masuk, hanya membayar parkir Rp. 5000/mobil. Disediakan juga kotak donasi di setiap pohon untuk diisi oleh pengunjung yang mau naik ke atas pohon. Jangan lupa donasi ya, untuk pemeliharaan tempat ini.

Masyarakat lokal menginformasikan bahwa moment terbaik untuk menikmati viewnya adalah saat matahari terbit. Sepertinya saya akan kembali ke Pentulu untuk berburu momen matahari terbit.

If Jogja has Kalibiru, so Kebumen also has Pentulu Indah View. Pentulu Hill suits for those who love to admire view from high place and instagram content hunters. Pentulu located in the north side. After 5 minutes short walk to the hill, i saw 3 trees with wooden surfaces and the height around 15-20meters. The entrance fee was free (May 2016). You just pay for the parking Rp. 5000, and there’s donation box under the tree for those who want to climb the tree. The local said the best moment to see is sunrise moment. So i think i will be back to Pentulu to enjoy the sunrise.

pentulu-indah-1 pentulu-view

What to Eat?
Kebumen mempunyai beberapa jajanan kuliner terkenal yang menunggu untuk dicoba:
Kebumen also famous for some culinary that waiting you to try:

1) Penggel Rice (Nasi Penggel)
Kamu dapat menemukan nasi penggel di Kebumen di pagi hari. Nasi ini hanya ditemukan pagi hari sekitar jam 6 sampai jam 8 pagi. Masyarakat lokal memakan nasi penggel untuk sarapan. Saya cukup beruntung, tidak perlu bangun pagi sekali untuk menikmati nasi penggel. Saya mencicipi nasi penggel saat gala dinner di event JJTM3. Saya pun berkesempatan bertemu dan berfoto dengan wakil bupati Kebumen, Bapak KH. Yazid Mahfudz. Yang membuat unik, nasi penggel ini dikemas dalam bentuk bola bola nasi, sebesar bola pingpong, lalu diberi kuah special, beberapa jeroan dan tempe. Yang enak adalah kuahnya, saya sampai minta nambah 2 kali. Mbak penjaga foodstall Nasi Penggel senyum senyum sambil berujar, ” enak yo Mbak?”

You can meet penggel rice in the morning, local usually have penggel rice for breakfast.
I was so lucky, didn’t have to wake up early to taste penggel rice. I ate at penggel rice at night, during the JJTM3 gala dinner. The rice comes in ball shape like a pingpong ball, and then give special dressing, some cow innards, and tempeh. The best one is the dressing. I ask for more dressing :)

2) Ambal Chicken Satay  (Sate Ambal)
Di Pulau Jawa, biasanya saus sate ayam terbuat dari kacang. Nah, sate Ambal ini mempunyai keunikan di sausnya, sausnya terbuat dari tempe yang ditumbuk sangaat lembut, dan beberapa rempah lainnya yang diolah secara spesial. Di peta Kebumen di atas, dapat dilihat posisi Ambal di kanan bawah. Jika kamu berkunjung ke Kebumen, sempatkan mampir ke Ambal, cari Sate Ambal Pak Kasman yang berlokasi di Jl. Kutowinagun 178, Kebumen. 

In Java Island, chicken satay’s sauce usually use sauce made from peanut. Ambal Satay has special unique sauce made from tempeh (fermented soybean cake) and some other spices. At the Kebumen tourism map above, i put Ambal at the right bottom. If you visit Kebumen, don’t forget to make a drop at the famous Sate Ambal Pak Kasman located at Kutowinagun No. 178, Kebumen. 

gala-dinner-jjtm3

JJTM3 sukses membuat saya ingin mengeksplor lebih jauh untuk destinasi lain di Jawa Tengah. Semoga JJTM4 memberi kejutan dengan membuka destinasi baru lainnya di Jawa Tengah. Yuk berkunjung ke Jawa Tengah!
JJTM3 successfully made me want to explore other districts in Central Java. Hope JJTM4 will come with another surprise destinations. Let’s visit Central Java!

***
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)
lomba-blog-visit-jawa-tengah-2016

 

14 Responses to “Coffee, My Reason to Visit Kebumen”

Leave a Reply to cumilebay Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>